Penyebab Perang Palestina - Israel


Penyebab Palestina selalu bergolak dilihat dari perspektif teologis dan historis
Persoalan yang sekarang ini terjadi akibat ada perjuangan orang-orang yang dijajah melawan penjajah. Penjajah itu --Israel atau Zionis-- merasa punya alasan teologis dan historis.
Secara historis, mereka mengklaim merekalah pewaris sah tanah Palestina karena di kawasan itu pernah tinggal Raja Sulaiman, raja mereka. Kita tahu di sana pula Nabi Sulaiman dulu sangat berkuasa dan memiliki Haikal (Pusat Kerajaan) Sulaiman.
Adapun secara teologis, Zionis menganggap Palestina sebagai tanah mereka karena dalam Perjanjian Lama dinyatakan kawasan itu adalah “ Tanah yang Dijanjikan oleh Tuhan (Promised Land)” untuk bangsa Israel.
Sebaliknya secara historis, rakyat Palestina menyatakan, “ Kami bangsa Palestina berada di negeri ini sejak jaman Umar bin Khatab”.
Jadi jika dihitung sejak Umar bin Khatab hingga pertengahan abad ke-20 --ketika persoalan muncul-- orang Palestina telah di sana lebih kurang 13,5 abad. Umar bin Khatab menguasai tanah itu bukan dari Yahudi, melainkan dari Nasrani. Ia merebut dari Romawi Timur --pemerintahannya berpusat di Konstantinopel atau Byzantium-- yang telah berkuasa sekitar 300 tahun.
Persoalannya kemudian: adakah hukum internasional yang memperbolehkan orang mengambil negerinya kembali --jika itu benar-benar negerinya-- yang telah ditinggalkan 16,5 abad lalu? Jika boleh orang-orang Australia harus keluar dari Australia karena mereka merupakan orang-orang baru di benua itu. Demikian juga orang-orang Amerika harus hengkang dari negeri Paman Sam karena usia kedatangan mereka belum lama.
Pertanyaan yang lain: apa bukti orang Israel itu keturunan Nabi Sulaiman? Mungkin jawabannya: karena kami sebangsa dengan Nabi Sulaiman. Ini jawaban yang masih bisa didebat. Orang diakui sebagai suatu bangsa jika memenuhi dua atau paling tidak satu kriteria. Pertama, wajah. Kedua, bahasa.
Orang Palestina mengatakan kepada orang Israel, “ Anda itu tidak berwajah Semit. Anda lebih tampak sebagai orang Eropa Timur atau Rusia. Yang tinggal di sini kan orang Semit. Bahasa Anda juga tidak seperti yang digunakan Nabi Musa atau Nabi Sulaiman. Jadi tidak sah Anda mengklaim sebagai warga bangsa Palestina”.
Hemat saya (Bapak Yunahar Iiyas), Israel memang tidak punya alasan menjajah Palestina. Karena itu, satu-satunya cara merebut wilayah itu ya dengan jalan kekerasan.
Cara Sebenarnya orang-orang Yahudi Datang ke Palestina
Secara diam-diam, mereka dibawa oleh Inggris. Tatkala dunia Islam dipimpin oleh Khilafah Ustmaniah yang kekuasaannya terbentang dari Maroko, Aljazair, Tunisia sampai ke Arab saudi, bahkan India, Turki, dan Balkan, siapapun --termasuk Eropa-- tak sanggup melawan --Imperium Ottoman atau Ustmani itu.
Namun, karena ada nasionalisme Arab, muncullah perlawanan untuk melepaskan diri dari kekuasaan Ustmaniah. Imperium yang dulu kuat itu pada saat yang sama menjadi lemah karena terjerat hutang, pejabatnya korup dansuka berfoya-foya.
Karena itu masyarakat Zionis Eropa kemudian menawarkan kepada Sultan Abdul Hamid II untuk membantu mengukuhkan kerajaan yang bangkrut itu. Tentu saja para Zionis meminta imbalan dan mereka meminta tanah Pelestina untuk mendirikan Kerajaan Israel Raya.
Sultan Abdul hamid II menolak. Dia bilang,”Tanah ini merupakan wakaf umat Islam. Jika saya berikankepada kalian, saya akan dikutuk turun-temurun”. Sejarah kemudian menjuluki kerajaan itu sebagai “Orang Tua yang Sakit-sakitan”. Perlakuan terhadap orang tua yang sakit itu, ya diobati, atau dibiarkan toh lama-lama mati, atau dipercepat kematiannya.
Kita kemudian tahu Khilafah Ustman dipercepat kematiannya oleh Yahudi dengan menggunakan orang dalam, yakni Mustafa Kemal Ataturk, yang membentuk republik sekuler Turki. Sementara itu, Mesir, Suriah, dan negeri-negeri lain memerdekakan diri. Akhirnya tinggal Turki, sehingga memudahkan kolonialisme dan imperialisme masuk. Inggris, Perancis, dan Italia lalu berbagi wilayah. Namun, satu per satu wilayah yang dikuasai penjajah merdeka.
Hanya ketika giliran Palestina, wilayah itu oleh PBB diberikan kepada Inggris sebagai negara protektorat. Inggris diberi amanah mempersiapkan kemerdekaan Palestina. Pada saat itulah secara diam-diam Inggris membahas orang-orang Yahudi ke sana. Mula-mula orang-orang Yahudi itu hanya tinggal di sana, sedikit-sedikit membeli tanah, kemudian kian meluas, dan akhirnya justru menguasai.
Lalu muncullah perang Yahudi versus Palestina. Israel didukung Amerika melawan negara-negara lain di Timur Tengah yang tidak bisa bersatu.
Pada Masa Yasser Arafat hampir ada Perdamaian Indah Namun tak terwujud – Sebab Perdamaian Selalu tak terwujud
Sejak dulu sebenarnya sudah ada perundingan, tetapi selalu dilanggar oleh Israel. Israel tak pernah menepati janji, walaupun pejuang Palestina sudah mau mundur dari garis yang telah disepakati. Dulu, sebenarnya perlawanan terhadap Israel cukup bagus tatkala negara-negara Arab mau berperang. Mereka pernah beberapa kali menang melawan Israel. Mereka juga beberapa kali kalah. Mesir kapok karena sebagian yang lain tidak ikut perang.
Tentu di Palestina sendiri kita kemudian bisa mencatat kemunculan Yasser Arafat dan PLO, serta Fatah. Perundingan-perundingan terjadi sampai munculPerundingan Oslo yang menjanjikan kemerdekaan bagi Palestina. Namun, lagi-lagi Israel tak menepati janji.
Karena selalu tak ditepati, rakyat Palestina melawan dengan intifadah, melempar batu. Ini dihentikan dengan perjanjian, tetapi dilanggar lagi, sehingga muncul intifadah lagi. Begitu seterusnya.
Para pejuang intifadah ini bergabung dengan Hamas (Gerakan Perlawanan Islam). Dan melihat perjanjian selalu tak ada gunanya, resolusi PBB tidak bisa dijalankan atau jika dilanggar oleh Israel tak muncul sanksi, maka Hamas bilang,”Tiada jalan lain, kita harus merebut Palestina dengan berperang, meskipun hanya dengan batu”.
Pada saat yang sama terjadi perbedaan antara Fatah dan Hamas. Pada saat Yaser Arafah masih hidup, perbedaan itu tak sampai menimbulkan sengketa, karena Hamas menghormati pemimpin PLO itu. Namun, begitu Arafat meninggal dan diganti oleh Mahmoud Abbas, sengketa Fatah-Hamas tak terdamaikan, bahkan Abbas dikudeta di daerah Gaza. Gaza kemudian dibagi dua menjadi Tepi Barat (Fatah) dan Gaza (Hamas). Sebenarnya sebelum terbagi dua, ada pemilu demokratis yang dimenangi oleh Hamas. Sayang Amerika, Eropa, dan sekutu tak mengakui, dan malah Hamas diboikot dengan tujuan agar rakyat menderita dan dan meminta Abbas memimpin. Akan tetapi rakyat Palestina pro-Hamas bersedia menderita karena melihat Hamas lebih tulus dan islami jika dibandingkan dengan Fatah yang sekuler. Ideologi Fatah itu hanya “nasionalis”. Oramg-orangnya ada yang Yahudi, Kristen, dan atheis. Ditambah ada banyak orang Fatah yang korupsi, sehingga rakyat Palestina memang cenderung berpaling ke Hamas.
Sebenarnya ini merupakan kesempatan Amerika dan sekutu untuk berunding dengan Hamas. Naumun, Hamas justru dikucilkan. Sekarang ini Israel bertujuan menghancurkan Hamas dan ingin mendudukkan Fatah (Mamoud Abbas). Dalam protokoler Israel, hanya ada dua cara menghadapi musuh: didominasi atau dihancurkan. Fatah cenderung bisa didominasi, sedangkan Hamas hanya akan hilang jika dihancurkan.
Apakah Fatah dan Hamas masih bisa bersatu?
Masih sangat mungkin. Intinya, bangsa Arab gampang berkelahi, tetapi gampang berdamai. Mereka tidak berdamai ketika ada pemain asing ikut campur. Dengan kata lain, orang Palestina sendiri masih mungkin berdamai, jika tidak dicampuri oleh Israel, Amerika, atau Uni Eropa.
Nah, sekarang kalau orang Indonesia yang hendak campur tangan dengan berjihad di sana?
Untuk menyelesaikan konflik sesama Arab memang serahkan saja kepada sesama Arab. Masalahnya yang sekarang ini terjadi kan bukan sesama Arab. Yang berperang kan Palestina dan Israel yang didukung Amerika Serikat.
Jadi jika ada yang bersolidaritas dengan berjihad melawan Israel, janganlah dianggap sebagai perang sungguhan. Itu hanya ekspresi. Biarkan juga jika ada yang menangis, berdoa, melakukan qunut nazilah, memberi sumbangan dana, obat, atau jadi relawan. Pemerintah tidak perlu menanggapi secara atraktif. Toh jika pada akhirnyatentara yang akan dikirim. Organisasi Konferensi Islam (OKI) saat ini memang sudah memutskan untuk mengirimkan tentara perdamaian. OKI seharusnya mengirim juga pakta pertahanan.
Jika orang Indonesia ingin melakukan sesuatu untuk rakyat Palestina, pertama, bantulah dengan doa agar Tuhan menurunkan malaikat untuk membantu Palestina seperti pada saat Allah membantu Nabi dalam Perang Badar. Kedua, memberikan sumbangan. Ketiga, meminta negara-negara Arab bersatu menghadapi Israel. Itu saja.

Sejarah Albert Einstein

Tuhan tidak bermain dadu dengan alam ciptaanya dan segala keajaiban ilmu pengetahuan membuktikan kodrat alam ini… Albert Einstein (1879-1955)
Albert Einstein dilahirkan di Ulm, Kerajaan Wuettemberg, Prusia Raya (sekarang Jerman) pada tanggal 14 Maret 1879. Beliau terlahir sebagai putra sulung dari pasangan Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayahnya berprofesi sebagai pedagang kasur bulu. Pada tahun 1980 bisnis ayahnya mengalami kegagalan. Keluarga Einstein pindah ke Munich. Di kota ini Hermann dan adiknya mendirikan perusahaan instalasi gas dan air.
Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.
Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.
Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.
Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya.
Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:
Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Z?
Mei : papernya tentang gerak Brown.
Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter K?r (Elektrodinamika benda bergerak).
September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya.
Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.
Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya – baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti – terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.
Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya – teori relativitas umum dan khusus – digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung. 

Kekayaan Bill Gate


Siapa yang tidak kenal bill gates? pemilik microsoft ini selalu masuk dalam daftar orang terkaya se-dunia. Rumah Gates terletak di tepi bukit di sudut Danau Washington dekat Seattle, dengan luas 20 hektar dengan ruang makan seluas 300 m2. Gates juga mempunyai kolam renang dengan sistem musik bawah air.
Salah satu sumber dengan teliti mencoba untuk menggambarkan seberapa kaya Bill Gates:
- Sejak Microsoft berdiri tahun 1975, dengan asumsi Bill Gates bekerja 14 jam tiap hari kerja maka pendapatannya ialah 300 USD setiap detiknya, sedangkan pendapatannya dalam rupiah ialah 1 detik = 2,5 juta ; 1 menit = 153 juta ; 1 jam = 9,1 milyar ; 1 hari = 220 milyar ; 1 minggu = 1,54 triliun ; 1 bulan = 6,1 triliun ; 1 tahun = 74 triliun.
- Jika dia menjatuhkan US$1.000, dia bahkan tidak perlu repot-repot lagi untuk mengambil kembali karena sama saja dengan waktu 4 detik untuk mengambil, dia sudah memperoleh penghasilan dalam jumlah yang sama.
- Dengan perhitungan diatas, maka Bill Gates hanya butuh waktu kurang dari 1 detik untuk membeli sebuah Xbox atau PS2, atau sekitar 3 detik, maka ia akan mendapat Xbox, PS2, Gamecube lengkap dengan Televisi. Untuk memboyong sebuah mobil kijang, beliau hanya butuh waktu 80 detik. Mungkin beliau bisa berbasa-basi ngobrol dengan SPG nya selama 80 detik sambil menunggu penghasilannya mencapai 200 juta rupiah.
- Tiket pesawat Boeing 747-400 sekitar USD 1200 ( sekitar Rp. 10 juta ), Bill Gates mampu membeli 261 pesawatnya bukan tiketnya.
- Jika Bill Gates pergi ke rental multiplayer dengan tarif sektiar 5000 / jam, maka dengan seluruh uangnya dapat bermain selama kurang lebih 77625 abad.
- Jika harga majalah GameStation sekitar Rp. 20.000, maka Bill mampu beli sebanyak 17 milyar examplar. ( Kantornya juga mungkin bisa dibeli ) Harga ini juga relatif sama dengan harga cd bajakan, jadi Bill bisa membeli 17 milyar keping cd.
- Pesawat ulang alik NASA kurang lebih seharga 1,7 milyar dolar ( Rp 14,5 triliun ). Bill Gates bisa membeli 23 buah dan masih menyisahkan Rp 7,6 triliun.
- Film TITANIC menelan biaya 200 juta dolar, Bill Gates mampu membuatnya 200 kali.
- Berinternet dengan Telkomnet Instan, dengan tarif sekitar Rp. 10000 / jam, maka Bill Gates bisa berinternet 38812 abad NON-STOP.
- Dengan menggunakan uang pecahan 5 US Dolar, kekayaan Bill Gates bisa menutupi Manhattan, New York.
- Bila menggunakan uang pecahan 1 US dolar, dengan uang sebanyak itu Bill Gates bisa menyambung lembaran uang tersebut sepanjang 8x jarak bumi ke bulan. Bila dengan uang pecahan Rp 1000, maka bisa sepanjang 68x jarak bumi ke bulan.
- Jumlah penduduk bumi 17 Maret 2003 ialah 6,280,902,951. Bill bisa memberi kurang lebih Rp. 54000 untuk tiap orang dan masih menyisahkan Rp 831 milyar untuk dirinya sendiri dan keluarganya.
- Roman Abramovic, raja minyak Rusia yang membeli Chelsea, memiliki kekayaan sekitar 13,4 milyar dolar ( sekitar Rp 120,6 triliun). Kekayaan Bill Gates kurang lebih 5x Roman. Jadi jika Bill membeli sebuah klub bola, dia bisa belanja 5x lebih banyak dari Roman. Analoginya jika Chelsea belanja 200 juta dolar untuk beli pemain, maka klub yang dibeli Bill Gates akan belanja 1000 juta dolar, cukup untuk membuat klub elit yang pemainnya sekelas Ponaryo, Rooney, Ronaldo, Messi, Robinho, Kaka.
Rumah Bill Gates di Seattle, dibangun diatas tanah 5 hektar dan menelan 53 juta dolar. Dalam rumah tersebut terdapat 7 kamar tidur, 24 kamar mandi dengan 10 diantaranya sangat mewah, 6 dapur, 6 fireplace, bioskop, perpustakaan, ruang bermain keluarga, dan juga fasilitas kesehatan. Ruang bioskop sebesar 1500 kaki dengan 20 tempat duduk dan mesin popcorn. Kolam renang indoor yang dilengkapi dengan underwater music system. Rumah tersebut tentunya dilengkapi dengan komputerisasi yang amat canggih, banyak kabel fiber optik bertebaran.
Berikut gambaran rumah Bill Gates:
Salah satu ruangan dalam rumah Gates:
Salah satu mobil Gates:
Bill Gates menjadi salah satu orang terkaya di dunia bukanlah tanpa usaha, mungkin kita bisa berkata,… wah !! dia sungguh beruntung, kebiasaan kita ialah jika melihat orang lain kaya, kita hanya memikirkan kekayaannya saja, tidak pernah memikirkan bagaimana usahanya.
Bill Gates hanya tidur 8 jam dalam seminggu saat ia mengembangkan Windows untuk pertama kalinya. Usaha dan kerja kerasnyalah yang menyebabkan dia menjadi sangat berkecukupan, bukanlah keberuntungan semata.

"Mengapa Yahudi Pintar?"

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”


Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.

Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.

Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?

Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”